BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 26 Juni 2009

KERBAU RAWA

Sebelumnya terima kasih sudah membaca blog saya.^_^

Kemarin kami anak FMIPA UNLAM tepatnya tanggal 4 Juni 2009 melakukan observasi di salah satu daerah Rawa Bangkau di kecamatan Negara Hulu Sungai Selatan. Dari situlah kami lihat rata-rata mata pencaharian warga sekitar adalah sebagai nelayan. Sebelum kami lanjut ke daerah atau perairan rawanya kami melakukan observasi terlebih dahulu dengan warga sekitar.
Setelah selesai observasi dengan para penduduk sekitar kami pun melanjutkan perjalanan menggunakan perahu kecil menuju kalang kerbau. Kerbau yang menurut saya unik yaitu kerbau rawa. Nah,,,karena keunikannya itu maka saya disini saya akan membahas tentang kerbau rawa. Dari namanya saja sudah terlihat unik, dimana sebenarnya kerbau yang biasanya tinggal didaratan tapi tidak untuk kerbau rawa ini. Kerbau yang hidupnya dikelilingi oleh rawa, yang mana rawa-rawa itu kebnyakan ditumbuhi oleh eceng gondong atau ilung dalam bahasa sekitar. Nah, kerbau rawa yang akan saya bahas ini ada di slah satu daerah yang ada di Kalimantan Selatan tepatnya kelompok Kerbau Rawa ini dapat dijumpai di daerah Rawa Danau Bangkau (Nagara, HSS).
Selain disekelilingnya hanya ada air yang ditumbuhi eceng gondonk kerbau rawa ini juga mempunyai keunikan lain yaitu kerbau-kerbau ini bisa berenang padahal air atau rawanya cukup dalam buat seekor kerbau. Dan mereka hidup atau dipelihara cukup jauh dari rumah penduduk.
Tapi tidak susah untuk menemui atau ke tempat kerbau rawa karena kita tidak perlu berenang didaerah tersebut sudah ada tersedia perahu di mana daerah sekitar sering menyebutnya kelotok. Dengan perahu kelotok tersebut kurang lebih setengah jam atau 30 menit perjalanan kita sudah dapat melihat kalang atau kandang tempat kerbau rawa tinggal.
Dan disitu kita dapat melihat para peternak kerbau rawa yang menggiring kerbau-kerbaunya turun untuk mencari makan.
Selain mempunyai keunikan kerbau rawa ini mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah objek wisata yang unik. Tapi sebelumnya kita juga harus memperhitungkan bagaimana agar daerah itu dapat dikenal, dicapai dengan mudah. Selain untuk objek wisata kita dapat manjaga kelestarian kerbau rawa ini agar tidak punah.
Tidak semua daerah mempunyai hal keunikan seperti ini. Benarkan,,,,,^_^

Jumat, 08 Mei 2009

TUGAS MID TEST PENGENALAN LINGKUNGAN LAHAN BASAH

Soal :
  1. Siklus Carbon di lahan basah terkumpul di bagian tumbuhan atas (tegakan), akar dan tanah. Hasil pengukuran menunjukan bahwa biomassa tegakan sebnyak 1 Mton perhektar. Sedangkan perbandingan komposisi carbon pada tegakan, akar dan tanah adalah 3:0,5:21,5 dari 50% biomassa. Maka 1 Juta hektar lahan gambut yang akan dikonservasi menjadi lahan pertanian akan melarutkan 47% Carbon ke perairan dan sisanya diemisikan dalam bentuk Co2 ke udara melalui teknik pembakaran lahan. carbon terlarut digunakan untuk menyuburkan perairan sehingga mengahasilkan blooming fitoplankton yang membebaskan 50% CO2 dari hasil respirasi. Berapa kontribusi lahan basah tersebut dalam memperkaya gas rumah kaca.
  2. Pegunungan metatus sebgai reservoir Kalimantan Selatan. Mengalirkan air sebanyak 500 juta meterkubik air per bulan melalui 5 daerah alirab sungai Tabalong, Batang Ali, Amandit, Riam Kiwa dan Riam Kanan. Presipitasi sepanjang tahun kurang lebih 12x10 pangkat 9 meter kubik. Aquifer yang terdapat di daerah aliran sungai (DAS) tersebut di atas kurang lebih 10% dan 20% tersimpan menjadi air tanah. Berapa banyak air yang kembali terlepas melalui peristiwa evaforasi dan evavotranspirasi (jika perbandingan keduanya adalah 3:1).
  3. Buat model matematis dengan mempertimbangkan bagian - bagian proses sebagai variabel - variabel matematis dari soal no. 1 dan soal no.2.

Penyelesaian :
  1. Perbandingan komposisi Carbon pada tumbuhan yaitu pada tegakan, akar dan tanah adalah :
  • 50% biomassa perbandingannya yaitu 3:0,5:21,5
  • 100% biomassa perbandingannya yaitu 6:1:43
      Jadi untuk komposisi biomassa :
  • - Tegakan 1 Mton perhektar

  • - Akar 0,16 Mton perhektar

  • - Tanah 6,88 Mton perhektar
Pada proses pembakaran jumlah karbon yang dihasilkan apabila yang terbakar
sebagai berikut :
  • Yang terbakar hanya tegakan
6 dibagi 50 dikalikan 1 Mton perhektar sama dengan 0,12 Mtonperhektar
  • Yang tebakar hanya akar
1 dibagi 50 dikalikan 0,16 Mton perhektar sama dengan 0,0034 Mton
perhektar
  • Yang terbakar hanya tanah
43 dibagi 50 dikalikan 6,88 Mton perhektar sama dengan 5,92 Mton perhektar
  • Apabila yang terbakar tegakan, akar dan tanah maka julahkan
0,12+0,0034+5,92 sama dengan 6,0434 Mton perhektarnya.
Jadi kontribusi lahan basah dalam memperkaya gas rumah kaca adalah sebesar 25%.
2. Hasil presipitasi 12 x 10 pangkat 9 meter kubik pertahun air yang mengalir. jadi pertahunnya adalah 1 x 10 pangkat 9 meter kubik perbulan.
  • Sedangkan perbulan 500 juta meter kubik air yang mengalir.
  • 10% dan 20 % air tersimpan menjadi air tanah.
  • Jumlah aliran airnya terbagi menjadi 5 bagian.
  • Jadi masing-masing aliran 100 juta meter kubik perbulannya.
Pada perhitungan evaforasi dan evavotranspirasi yaitu kita gunakan 20 persen
dengan perbandingan 3 : 1.
Adapaun hasil :
  • Sisa air apabila 20% air menjadi air tanah adalah 4999 x 10 pangkat 5 meter kubik (hasil dari 20% dikalikan 5 x 10 pangkat 8 hasilnya dikurang dengan5 x 10 pangkat 8)
  • Evavorasi : 3 dibagi 4 dikalikan 4999 x 10 pangkat 5 sama dengan 374.925.000 meter kubik.
  • Evavotranspirasi : 1 dibagi 4 dikalikan 4999 x 10 pangkat 5 sama dengan 124.975.000 meter kubik.
3. Model matematika untuk soal nomor 1 :
  • Y=X1+X2+X3
Ket :
  • Y = Jumlah kontribusi lahan basah memperkaya dalam rumah kaca
  • X1 = Hasil koefisien yang akan diukur dikali komposisi carbon lahan basah dalam satuan Mton perhektar
  • X2 = Hasil koefisien yang akan diukur dikali jumlah lahan gambut yang dikonservasi dalam satuan hektar
  • X3 = Hasil koefisien yang akan diukur dikali jumlah biomassa dalam satuan Mton
Model matematika untuk soal nomor 2 :
  • Y=X1+X2+X3
Ket :
  • Y = Jumlah air yang kembali terlepas dari proses evavorasi dan evavotranspirasi
  • X1 = Hasil koefisien yang diukur dikali jumlah air yang dialirkan dalam satuan juta
  • X2 = Hasil koefisien dikali aquifer yang terdapat di daerah aliran sungai dalam satuan persen
  • X3 = Hasil koefisien dikali jumlah curah hujan tiap bulannya dalam satuan meter kubik

Rabu, 29 April 2009

Eceng Gondok


Tungkaran merupakan salah satu daerah yang ada di Martapura yang ada di Kalimantan Selatan. Dan kali ini saya dan teman- teman mendapat tugas Pengenalan Lahan Basah. Tugasnya adalah untuk membuat permodelan matematikanya. Adapun yang saya bahas dalam data yang diperoleh adalah tentang eceng gondok, seperti yang kita ketahui kebanyakan lahan basah ditumbuhi dengan eceng gondok.
Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah dan eceng gondok ini tumbuh di kolam – kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter, tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut. Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Nah,,salah satu tempat yang ditumbuhin eceng gondok adalah Tungkaran yang ada di Martapura Kalimntan Selatan.

Tapi kali ini kita tidak hanya membahas apa sih eceng gondok,,tapi kali ini saya hanya akan membahas tentang permodelan matematika penggunaan eceng gondok untuk bahan tas.
Sebelumnya tau ngga sih,,eceng gondok itu mempunyai manfaat lo,,,,yha walaupun sebenarnya eceng gondok dianggap sebagai gulma yang mengganggu,,,manfaatnya yaitu ia berperan dalam menangkap polutan logam berat dan eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida, selain itu juga bisa dijadikan bahan pembuatan aneka macam barang-barang. Tuh,,kan ada manfaatnya juga lo,,,,,
Nah,,perhitungan model matematika yaitu sebagai berikut : salah satu contohnya untuk pembuatan tas kecil dan tas besar menggunakan bahan eceng gondok dalam seminggu masing - masing 21 tas kecil dan 9 tas besar. Model perhitungan dalam matematika misalnya pada pembuatan tas kecil, waktu yang diperlukan untuk mengeringkan 4 hari dan waktu yang diperlukan untuk mengayam selama 1 hari untuk pembuatan 7 tas, jadi waktu yang diperlukan adalah 5 hari. Dan waktu yang diberikan untuk pembuatan tas besar yaitu pengeringan 4 hari sedangkan waktu pengayaman 2 hari untuk 6 tas. Jadi waktu yang diperlukan untuk membuat tas besar adalah 6 hari.
x = lama pengeringan
y = lama penyulaman
Tas Kecil : 4x + y ≤ 7
Tas Besar : 4x + 2y ≤ 8

Fungsi tujuannya K f(x,y)=49x + 28y
Eliminasi : 4x + y = 7 dengan 4x + 2y = 8
y = 1
Substitusi : nilai y =1 ke pers (1) atau (2)
4x + y = 7
4x + 1 = 7
4x = 7 - 1
4x = 6
x = 6/4
x = 1,5

K f(1,5;1) = 49x + 28y = 49(1,5) + 28 (1) = 73,5 + 28 = 101,5
Jadi dalam seminggu dihasilkan 101 buah tas dan siap diedarkan.

Nah,,itulah model perhitungan matemtika dari saya. Matematika bisa juga digunakan untuk menghitung sebuah produksi.


by. Gita Sari Adriani-J1A108029-matematika 2008